Ini LDR-ku, mana LDR-mu...??

Sabtu, 09 Februari 2013


                Sudah 6 bulan kita terpisah oleh jarak, jarak yg tak seberapa jauh hanya bisa ditempuh kurang lebih 1jam melalui pesawat. Tapi bagiku ‘jauh’ itu sangat terasa danya. Kau sibuk dengan semua pekerjaan mu. Aku mengerti keadaan ini, aku mengerti pkerjaanmu, aku mngerti usahamu, aku mngerrti tujuan mu, aku mengerti lelah mu, aku mengerti ‘jauh’ ini.

                Bulan-bulan pertama saat kau meninggalkan kota dimana kita bertemu dan sudah menjalin kasih selama 1,5tahun, terasa sangat berat bagiku. Berat beban, berat batin, berat pula rinduku padamu. Terasa berat semua aktifitas yg aku lakukan disini. Kembali lagi, aku mengerti semua itu...

                Bulan-bulan selanjutnya aku sudah mulai terbiasa dengan semua ‘jauh’ ini, dengan semua keadaan ini. Keadaan pagi hari ketika kau diharuskan untuk pergi melakukan aktifitasmu. Malam hari ketika kau sudah selesai dengan aktifitasmu. Aku mengerti lelah mu... aku mengerti ketika kau harus beristirahat.

                Sepanjang hari aku menantikan malam, dan malampun tak kunjung memberikan kepuasan bagiku. Sering air mataku jatuh tidak sengaja ketika sedang memikirkan keadaan ini, kau tak pernah tahu, tapi kadang-kadang tahu. Aku tahu aku kuat, dan aku yakin kau pun tahu itu. Aku kuat menahan sesak ini, aku kuat menahan rindu ini, aku kuat...

                Kau, yang selalu aku tunggu, yang selalu aku panjatkan doa pada-Nya, yang selalu aku nanti, yang selalu aku harap, yang selalu aku rindu...

                Kau, yang selalu sukses membuat aku tersenyum, yang selalu sukses membuat aku tertawa, yang selalu sukses membuat aku diam, yang selalu sukses membuat aku salah tingkah, yang selalu sukses membuat aku menangis...

                Betapa susahnya menahan rindu ini untukmu, tapi aku sedah terbiasa...
                Betapa susahnya menahan batin ini untuk bertemu, tapi aku sudah terbiasa...
                Betapa susahnya menahan semua ini, tidakkah kamu?
                Bagaimana caranya agar aku dapat menahan sendiri rasa rindu ini? Rasanya aku tak ingin selalu mengatakannya padamu, tapi aku terlalu rapuh untuk tidak mengatakannya.

Kadang aku lupa caranya bergandengan tangan, lupa cara dibonceng, lupa cara tertawa lepas, lupa cara duduk berdampingan, lupa cara mencubit, lupa cara meng-olok, lupa cara bagaimana caranya agar bisa bermain denganmu setiap hari minggu.

                Aku berfikir, aku berdoa, aku memperhatikan, malah aku protes kepada Tuhan. Mengapa ini semua terjadi pada aku, kau, kita? Mengapa dia mencipatakan pedih yang disebut ‘jarak’? mengapa harus aku dan kau?

                2tahun itu menurut ku tidak manusiawi! Sudah 6bulan belakangan ini pun sudah terlalu lama bagiku! Harus aku menunggu 1tahun lagi?

                Baiklah, akan kucuba bertahan, akan kucoba tersenyum, akan kucoba semuanya agar terlihat baik-baik saja... J

0 komentar:

Posting Komentar

 
to be honest, honest to yourself first :) © 2008. Template by BloggerBuster.