hmm....

Minggu, 08 Juli 2012

            Hi, aku Lana. Aku gadis yang ‘agak’ pendiam, aku egois, aku keras kepala, aku pendendam, aku anak yg cukup humoris untuk orang-orang di sekelilingku, aku bodoh, aku mempunyai sebuah impian, aku sedang jatuh cinta, aku selalu jatuh cinta pada dirimu, aku selalu melakukan kesalahan yang sama, aku selalu melakukan kesalahanku mencintaimu, aku selalu mengharapkanmu menjadi teman ku, aku selalu ingin kau jadi teman seumur hidupku, teman seumur hidupku dimana kita berada di sebuah rumah yang sederhana, bahagia, tidak begitu besar, tidak begitu kecil, mempunyai pagar rumah yang tersusun rapi, mempunyai taman yang indah, mempunyai seekor kucing betina dan anak-anak kucing yang lucu berbulu halus dengan cakar yang tidak begitu tajam, mempunyai sepasang anak laki-laki dan perempuan yang manis dan sopan, yang menyayangi ayah dan ibunya, mempunyai kendaraan yang cukup untuk kita dan anak-anak kita saja, dan pada akhirnya kau selalu berada disisiku hingga aku menutup mataku.


Tapi apakah kau akan mewujudkan impian ku itu? Apakah kau akan menuruti semua yang ada di dalam daftar impian ku?


Hey, kau dulu adalah teman ku, hingga hari ini pun kau masih tetap saja betah jadi teman ku.

Hey, dulu sesudah kita menjadi teman, aku sempat menjadi pacar mu. Pacar mu yang manis, yang manja, yang egois, yang bisanya membuat mu sedih, yang selalu membuat mu mati gaya, yang selau kau panggil dengan sebutan ‘ayuk’.

Hey, dulu sebelum kita menjadi teman lagi, aku melakukan kesalahan yang terbesarku, kesalahan yang harusnya tak ku lakukan, kesalahan yang selalu membuatku mencintaimu, kesalahan yang selalu membuatku menunggumu, kesalahan yang harusnya tidak aku lakukan, kesalahan yang harusnya aku hapus jika aku bisa kembali pada ketika itu.

Hey, sekarang kita menjadi teman lagi, setelah satu tahun tidak bertegur sapa, setelah satu tahun aku selalu memikirkan mu, setelah satu tahun aku selalu mencuri-curi pandang untuk melihatmu, setelah satu tahun aku selalu hanya bisa memperhatikanmu dari jauh, setelah satu tahun aku selalu tertawa kecil atau tersenyum diam-diam oleh tingkah lucumu di dalam kelas, setelah satu tahun aku selalu di acuhkan olehmu, setelah satu tahun aku selalu dipandang sebelah mata olehmu,setelah satu tahun kau menghapus nomor hp-ku dr kontak mu,  setelah satu tahun aku selalu kau benci, setelah satu tahun kau tidak ingin melihat wajahku, setelah satu tahun kau tidak menginginkan aku ada di dekatmu.

Hey, sekarang kita tetap menjadi teman, setelah kau mengirimkan sebuah pesan singkat ke nomor hp-ku yang aku tidak tahu dari mana kau mendapatkan nya. Sebuah pesan singkat yang isinya mengucapkan permohonan maaf karena telah datangnya bulan ramadhan. Itu terlihat sangat manis sekali.

Hey, kau tahu apa yang ku rasakan saat itu? Kau dapat mendengar suara terompet-terompet dari bibirku? Kau dapat mendengar suara gebugan drumm yang berasal dari jantungku? Kau dapat melihat kembang api yang muncul dari kepalaku?
Aku tidak dapat mengatakan betapa senangnya aku ketika itu. Rasa terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk dirimu, untuk Tuhan, yang telah memerintahkan malaikat-Nya untuk membisikkan ke telingamu bahwa kau harus mengirimkanku sebuah pesan singkat.

Hey, terima kasih untuk kemurahan hatimu saat itu, terima kasih untuk membuang pulsa mu secara Cuma-Cuma pada saat itu, terima kasih untuk malam ramadhan yang indah itu. Terima kasih Tuhan, Kau telah menciptakan malam yang sempurna itu. Dan tidak lupa, terima kasih sudah mau menjadi teman ku.


Sekarang kita pun sudah melewati masa SMA yang melelahkan, kau melanjutkan pendidikan ke kota asalmu. Aku melanjutkan sekolah ke kota orang lain.
Sekarang kita benar-benar jauh. Kau di pangkal pulau Sumatera, aku di unjung pulau Sumatera.
Sekarang kita ‘benar-benar’ berada di tempat yang ‘sangat jauh’.

ohiya, ngomong-ngomong mengapa Tuhan memisahkan kita berdua ya? Apakah Dia ingin mempertemukan kita saat kita sudah menjadi orang yang sukses, atau mempertemukan kita setelah kita mempunyai keluarga masing-masing?

2 komentar:

@ALSBarii mengatakan...

sometime everything feels sweet, which make you forget how bitter something that you'll get when you loss the sweet "thing"

lanawijaya mengatakan...

ehhhhhh

Posting Komentar

 
to be honest, honest to yourself first :) © 2008. Template by BloggerBuster.