Hi, aku
Lana. Aku gadis yang ‘agak’ pendiam, aku egois, aku keras kepala, aku
pendendam, aku anak yg cukup humoris untuk orang-orang di sekelilingku, aku
bodoh, aku mempunyai sebuah impian, aku sedang jatuh cinta, aku selalu jatuh
cinta pada dirimu, aku selalu melakukan kesalahan yang sama, aku selalu
melakukan kesalahanku mencintaimu, aku selalu mengharapkanmu menjadi teman ku,
aku selalu ingin kau jadi teman seumur hidupku, teman seumur hidupku dimana
kita berada di sebuah rumah yang sederhana, bahagia, tidak begitu besar, tidak
begitu kecil, mempunyai pagar rumah yang tersusun rapi, mempunyai taman yang
indah, mempunyai seekor kucing betina dan anak-anak kucing yang lucu berbulu
halus dengan cakar yang tidak begitu tajam, mempunyai sepasang anak laki-laki
dan perempuan yang manis dan sopan, yang menyayangi ayah dan ibunya, mempunyai
kendaraan yang cukup untuk kita dan anak-anak kita saja, dan pada akhirnya kau
selalu berada disisiku hingga aku menutup mataku.
Tapi apakah kau akan mewujudkan impian ku itu? Apakah kau
akan menuruti semua yang ada di dalam daftar impian ku?
Hey, kau dulu adalah teman ku, hingga hari ini pun kau masih
tetap saja betah jadi teman ku.
Hey, dulu sesudah kita menjadi teman, aku sempat menjadi
pacar mu. Pacar mu yang manis, yang manja, yang egois, yang bisanya membuat mu
sedih, yang selalu membuat mu mati gaya, yang selau kau panggil dengan sebutan
‘ayuk’.
Hey, dulu sebelum kita menjadi teman lagi, aku melakukan
kesalahan yang terbesarku, kesalahan yang harusnya tak ku lakukan, kesalahan
yang selalu membuatku mencintaimu, kesalahan yang selalu membuatku menunggumu,
kesalahan yang harusnya tidak aku lakukan, kesalahan yang harusnya aku hapus
jika aku bisa kembali pada ketika itu.
Hey, sekarang kita menjadi teman lagi, setelah satu tahun
tidak bertegur sapa, setelah satu tahun aku selalu memikirkan mu, setelah satu
tahun aku selalu mencuri-curi pandang untuk melihatmu, setelah satu tahun aku
selalu hanya bisa memperhatikanmu dari jauh, setelah satu tahun aku selalu
tertawa kecil atau tersenyum diam-diam oleh tingkah lucumu di dalam kelas,
setelah satu tahun aku selalu di acuhkan olehmu, setelah satu tahun aku selalu
dipandang sebelah mata olehmu,setelah satu tahun kau menghapus nomor hp-ku dr
kontak mu, setelah satu tahun aku selalu
kau benci, setelah satu tahun kau tidak ingin melihat wajahku, setelah satu
tahun kau tidak menginginkan aku ada di dekatmu.
Hey, sekarang kita tetap menjadi teman, setelah kau
mengirimkan sebuah pesan singkat ke nomor hp-ku yang aku tidak tahu dari mana
kau mendapatkan nya. Sebuah pesan singkat yang isinya mengucapkan permohonan
maaf karena telah datangnya bulan ramadhan. Itu terlihat sangat manis sekali.
Hey, kau tahu apa yang ku rasakan saat itu? Kau dapat
mendengar suara terompet-terompet dari bibirku? Kau dapat mendengar suara
gebugan drumm yang berasal dari jantungku? Kau dapat melihat kembang api yang
muncul dari kepalaku?
Aku tidak dapat mengatakan betapa senangnya aku ketika itu.
Rasa terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk dirimu, untuk Tuhan, yang telah
memerintahkan malaikat-Nya untuk membisikkan ke telingamu bahwa kau harus
mengirimkanku sebuah pesan singkat.
Hey, terima kasih untuk kemurahan hatimu saat itu, terima
kasih untuk membuang pulsa mu secara Cuma-Cuma pada saat itu, terima kasih untuk
malam ramadhan yang indah itu. Terima kasih Tuhan, Kau telah menciptakan malam
yang sempurna itu. Dan tidak lupa, terima kasih sudah mau menjadi teman ku.
Sekarang kita pun sudah melewati masa SMA yang melelahkan,
kau melanjutkan pendidikan ke kota asalmu. Aku melanjutkan sekolah ke kota
orang lain.
Sekarang kita benar-benar jauh. Kau di pangkal pulau
Sumatera, aku di unjung pulau Sumatera.
Sekarang kita ‘benar-benar’ berada di tempat yang ‘sangat
jauh’.
ohiya, ngomong-ngomong mengapa Tuhan memisahkan kita berdua
ya? Apakah Dia ingin mempertemukan kita saat kita sudah menjadi orang yang
sukses, atau mempertemukan kita setelah kita mempunyai keluarga masing-masing?

2 komentar:
sometime everything feels sweet, which make you forget how bitter something that you'll get when you loss the sweet "thing"
ehhhhhh
Posting Komentar